RESUME 3 MATERI PKKMB HARI KE-1




 Perkenalkan nama saya Natasya Putri Salsabilla, saya berasal dari nganjuk,  saya ber umur 18 tahun, saya dari prodi D-IV K3 ( KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) dari fakultas Kesehatan dan saya adalah mahasiswa baru di Universitas   Nahdlatul Ulama Surabaya dan sedang melaksanakan PKKMB hari pertama  


 Materi l

Yudi Latif, MA., Ph.D 

Tema :Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

Resume: Jati Diri Bangsa dan Bela Negara

1. Kondisi Saat Ini:

Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami pergeseran nilai di berbagai aspek yang mengkhawatirkan. Diperlukan kesadaran, kemampuan, dan komitmen untuk menjaga kebesaran dan kemajemukan bangsa.

2. Jati Diri Bangsa Indonesia:

Jati diri bangsa tercermin dalam empat pilar utama:

Pancasila – Dasar negara yang menjunjung kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.

UUD 1945 – Landasan hukum kehidupan berbangsa dan bernegara.

NKRI – Bentuk negara yang menegaskan pentingnya persatuan.

Bhineka Tunggal Ika – Semboyan tentang kesatuan dalam keberagaman.

3. Pembinaan Kesadaran Bela Negara:

Upaya untuk membangun kesadaran dan kemampuan warga negara melalui:

Pendidikan Kewarganegaraan – Penanaman nilai dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Latihan Bela Negara – Peningkatan kemampuan fisik dan mental untuk membela negara.

Kampanye Bela Negara – Edukasi dan partisipasi publik dalam menjaga kedaulatan.

4. Tujuan Bela Negara:

Melindungi negara dari ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan.

Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Meningkatkan ketahanan nasional melalui kesiapan warga menghadapi berbagai ancaman.



Materi ll

Erisandy Yudhistira Herlambang Sukmana

Tema :

Resume: Penguatan Literasi Keuangan untuk Kesejahteraan Mahasiswa

1. Pentingnya Literasi Keuangan bagi Mahasiswa:

Mahasiswa berada pada masa transisi kritis, mulai mengelola uang sendiri.

Menghadapi tantangan finansial seperti biaya kuliah, biaya hidup, tekanan gaya hidup, dan risiko utang.

Literasi keuangan berdampak pada:

Kesejahteraan finansial (menghindari utang, menabung).

Kesejahteraan akademik (mengurangi stres belajar).

Kesejahteraan mental (mengurangi kecemasan karena uang).

Kesejahteraan masa depan (fondasi keuangan jangka panjang).

2. Strategi Penguatan Literasi Keuangan:

Peran Kampus:

Integrasi materi ke kurikulum.

Workshop, seminar, dan konseling keuangan.

Platform digital edukatif.

Kolaborasi dengan OJK, BI, lembaga keuangan.

Inisiatif Mahasiswa:

Klub literasi keuangan, mentoring, dan kampanye kesadaran.

Peran Individu Mahasiswa:

Aktif mencari informasi dan menerapkan pengelolaan keuangan pribadi.

Menumbuhkan mindset jangka panjang dan membangun jaringan dukungan.

3. Dampak Literasi Keuangan yang Kuat:

Finansial: Mampu mengelola uang dengan bijak, menabung, dan berinvestasi.

Akademik: Lebih fokus dan produktif dalam studi.

Mental: Lebih tenang, percaya diri, dan sehat secara emosional.

Masa Depan: Siap mandiri finansial, mengelola utang, dan mencapai tujuan hidup.

4. Tantangan & Solusi:

Tantangan: Kurangnya minat, keterbatasan sumber daya, stigma, dan kesulitan penerapan.

Solusi: Gunakan pendekatan menarik (gamifikasi, aplikasi), kolaborasi luas, dan fokus pada praktik nyata.

Kesimpulan:

Literasi keuangan adalah bekal penting bagi kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh. Upaya kolektif antara kampus, komunitas, dan mahasiswa dapat menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cerdas dan mandiri secara finansial.



Materi III

Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 

UNUSA

Tema :

Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA

resume profil umum UNUSA (Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya) :


Resume Profil Umum UNUSA

1. Identitas & Afiliasi:

Perguruan tinggi swasta di Surabaya, berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Menanamkan nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah): moderat, toleran, dan berbasis kearifan lokal.

Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

2. Visi & Misi:

Mencetak lulusan unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan perpaduan antara keilmuan universal dan nilai-nilai Islam.

3. Struktur Akademik:

Memiliki 8 Fakultas, di antaranya:

Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Kesehatan Masyarakat.

Sains & Teknologi, Ekonomi & Bisnis, Agama Islam, Psikologi, Hukum.

Menyelenggarakan pendidikan jenjang D3, S1, dan Profesi.

4. Sistem Pembelajaran:

Menggunakan sistem SKS (Sistem Kredit Semester).

Mengacu pada SN-DIKTI dan KKNI.

Terdapat kurikulum khas UNUSA dengan nilai-nilai Aswaja.

Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Metode pembelajaran: tatap muka, blended learning, dan student-centered learning.

5. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru:

Jalur: Prestasi, Ujian Mandiri, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, Hafidz/Hafidzah.

Persyaratan: lulus SMA/sederajat, nilai rapor/UN, surat sehat (khusus prodi kesehatan), dan dokumen administratif.

6. Penjaminan Mutu:

Dilakukan melalui:

Akreditasi BAN-PT.

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Evaluasi kurikulum & pembelajaran, audit mutu internal, tracer study.

7. Layanan Mahasiswa & Fasilitas:

Layanan: administrasi akademik, beasiswa, bimbingan konseling, UKM.

Fasilitas: perpustakaan digital, laboratorium, RS pendidikan, ruang kelas ber-AC, wifi, kantin, masjid.

Sistem informasi akademik online untuk KRS, nilai, jadwal, dll.

8. Biaya Pendidikan:

Komponen biaya: SPP awal, SPP per semester, biaya praktikum, dll.

Fasilitas cicilan dan beragam beasiswa: prestasi, tahfidz, KIP Kuliah, yayasan/lembaga.

9. Ciri Khas UNUSA:

Integrasi nilai Aswaja dalam kurikulum dan kegiatan kampus.

Fokus di bidang kesehatan dengan fasilitas lengkap.

Kampus religius dan inklusif.

Penguatan pengabdian masyarakat berbasis nilai sosial dan keagamaan.

Kesimpulan:

UNUSA adalah perguruan tinggi berbasis nilai keislaman (Aswaja) yang terakreditasi nasional, dengan keunggulan pada bidang kesehatan dan pengembangan karakter mahasiswa. Sistem akademiknya modern dan sesuai standar nasional, serta didukung oleh fasilitas dan layanan yang lengkap serta akses beasiswa yang luas.


Materi lV


Dr. Arif Abdurrakhman, S.T., M.T 

Tema : Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik 

Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif untuk menghasilkan penilaian dan solusi yang tepat. Strategi menumbuhkan kemampuan ini meliputi:

1. Mengembangkan rasa ingin tahu → rajin bertanya, memahami akar masalah.

2. Menganalisis dari berbagai perspektif → mencari sudut pandang berbeda dan alternatif solusi.

3. Melatih penalaran logis → memahami argumen valid, menghindari kesalahan logika, membedakan fakta dan opini.

4. Menggunakan kerangka pemecahan masalah → menerapkan PDCA, 5 Whys, dan analisis SWOT.

5. Mewaspadai bias kognitif → mengenali bias pribadi, mencari informasi penyeimbang, dan melibatkan orang lain.

6. Melakukan refleksi diri → mengevaluasi keputusan dan belajar dari pengalaman.

7. Terlibat dalam diskusi dan debat → melatih mendengarkan, memahami argumen, dan menyampaikan pendapat dengan bukti kuat.

8. Belajar terus-menerus → membaca beragam sumber, mengikuti pelatihan, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata.


 Dengan konsistensi dalam menerapkan strategi ini, kemampuan berpikir kritis akan semakin berkembang dan membantu menemukan solusi terbaik dalam menghadapi berbagai masalah.

unusa.ac.id

fkes.unusa.ac.id


- Facebook       : https://www.facebook.com/unusaofficialfb

- Instagram       : https://www.instagram.com/unusa_official/ 

- Youtube          : https://www.youtube.com/@unusa_official 

- Twitter ( X )   : https://x.com/unusa_official?lang=en 

- Tiktok            : https://www.tiktok.com/@unusa_official

https://fitriaisminovita.blogspot.com/2025/09/survival-kit-mahasiswa-zaman-now-melek.html




Komentar