RESUME 3 MATERI PKKMB HARI Ke-2
Materi l
Ainun Najib
Tema : Perguruan tinggi diera digital dan revolusi industri
Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:
Pembelajaran Digital dan Online
Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.
Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.
Kurikulum Berbasis Teknologi
Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum.
Pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.
Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru
Perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.
Fokus pada soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Infrastruktur Digital dan Infrastruktur Kampus
Peningkatan infrastruktur TI, seperti jaringan broadband cepat, laboratorium virtual, dan perangkat lunak kolaboratif.
Kampus digital yang mendukung aktivitas belajar dan penelitian.
Kolaborasi dan Kemitraan Global
Kemitraan dengan institusi internasional, perusahaan teknologi, dan startup untuk inovasi dan riset bersama.
Program pertukaran mahasiswa dan dosen secara virtual maupun fisik.
Pengukuran dan Evaluasi Berbasis Data
Penggunaan Learning Analytics untuk memonitor kemajuan mahasiswa dan meningkatkan proses pembelajaran.
Data-driven decision making dalam pengelolaan institusi.
Peran Perguruan Tinggi sebagai Inovator dan Penggerak Revolusi Industri
Perguruan tinggi tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan.
Pengembangan startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di era yang penuh perubahan ini.
Materi lll
KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim:
Tema : Mencetak Mahasiswa Unusa
sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), sehingga mahasiswa UNUSA otomatis diposisikan sebagai penerus tradisi keilmuan dan keagamaan Aswaja An-Nahdliyah. Aswaja (Ahlusunnah wal Jama’ah) merupakan paham Islam yang berpijak pada Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas, sedangkan An-Nahdliyah menunjukkan corak NU yang menekankan sikap seimbang (tawazun), moderat (tawassuth), toleran (tasamuh), dan berorientasi pada kemaslahatan (ishlah).
Peran mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja meliputi:
1. Penjaga tradisi keilmuan, dengan mempelajari dan mengontekstualisasi kitab klasik NU seperti Ta’limul Muta’allim dan Fathul Qorib.
2. Agen moderasi beragama, yang menolak radikalisme, mengusung Islam rahmatan lil ‘alamin, dan menjadi pelopor toleransi antaragama.
3. Pejuang kemaslahatan sosial, melalui pemberdayaan masyarakat, advokasi isu kemanusiaan, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial NU.
4. Inovator tradisi, dengan mengadaptasi nilai Aswaja untuk menjawab tantangan modern seperti hoaks digital, radikalisme online, dan krisis sosial, sekaligus mengembangkan budaya lokal sebagai media dakwah.
Implementasi di UNUSA tercermin dalam kurikulum wajib (Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, Aswaja An-Nahdliyah), kegiatan kemahasiswaan (majelis taklim, UKM Islam, PMII, IPNU/IPPNU, hingga festival budaya NU), serta kolaborasi dengan NU di tingkat regional maupun nasional.
Meski begitu, mahasiswa UNUSA menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme transnasional, disrupsi digital, serta tuntutan untuk membuktikan relevansi Aswaja bagi generasi muda.
Kesimpulan: Mahasiswa UNUSA bukan sekadar penuntut ilmu, tetapi kader peradaban yang dituntut untuk menginternalisasi nilai Aswaja dalam kehidupan pribadi, menegakkan prinsip moderasi dan toleransi di masyarakat, serta mengembangkan tradisi intelektual NU agar tetap relevan. Dengan demikian, mereka menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan Indonesia yang berkeadilan, beradab, dan berkepribadian Islam.
Materi lV
Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes.
Tema : Pengenalan
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) Dan
Perwujudan Indonesia
1. Pengertian K3L
K3L adalah singkatan dari Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan, yaitu pendekatan terintegrasi untuk mengelola risiko di tempat kerja sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
• Keselamatan (Safety): melindungi pekerja dari kecelakaan kerja.
• Kesehatan Kerja (Occupational Health): mencegah penyakit akibat kerja, menjaga kesejahteraan fisik dan mental.
• Lingkungan (Environment): mencegah pencemaran, mengurangi emisi, dan menjaga keberlanjutan sumber daya.
Prinsip utama K3L: pencegahan, partisipasi, kepatuhan hukum, peningkatan berkelanjutan, dan akuntabilitas.
2. Pentingnya K3L untuk Indonesia Emas 2045
Visi Indonesia Emas 2045 adalah menjadi negara maju, adil, dan sejahtera dengan SDM unggul. K3L berperan penting karena:
a. SDM Unggul dan Sehat
• Pekerja sehat = produktif, kreatif, inovatif.
• Lingkungan kerja aman meningkatkan motivasi, loyalitas, dan kualitas kerja.
• Generasi muda belajar budaya K3L sejak dini sebagai bekal SDM masa depan.
b. Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
• Mengurangi biaya kecelakaan, downtime, kompensasi, dan kerusakan alat.
• Menjadi daya saing global: memenuhi standar ISO 45001 & ISO 14001.
• Mendorong inovasi ramah lingkungan dan ekonomi hijau.
c. Kelestarian Lingkungan dan SDA
• Eksploitasi SDA lebih bertanggung jawab, tidak mengorbankan ekosistem.
• Kontribusi nyata pada mitigasi perubahan iklim.
• Kualitas hidup masyarakat meningkat karena lingkungan lebih bersih.
d. Tata Kelola dan Keadilan Sosial
• Bentuk nyata perlindungan hak asasi pekerja.
• Mendorong perusahaan patuh hukum & beretika.
• Mengurangi ketimpangan dengan melindungi pekerja sektor informal dan UMKM.
3. Tantangan Implementasi K3L
• Pemahaman & komitmen K3L belum merata.
• Pengawasan pemerintah masih lemah di beberapa sektor.
• Terbatasnya dana & tenaga ahli di perusahaan kecil.
• Budaya K3L belum tertanam kuat di masyarakat dan industri.
4. Langkah Strategis
a. Pemerintah
• Perkuat regulasi & pengawasan.
• Integrasikan K3L dalam kurikulum sekolah & kampus.
• Berikan insentif bagi perusahaan yang patuh K3L.
b. Perusahaan
• Jadikan K3L sebagai investasi strategis, bukan beban biaya.
• Terapkan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) & SML (Sistem Manajemen Lingkungan).
• Libatkan pekerja aktif dalam program K3L.
c. Pekerja & Masyarakat
• Tingkatkan kesadaran K3L.
• Gunakan hak untuk bekerja aman & sehat.
• Laporkan kondisi berbahaya dan pelanggaran K3L.
d. Pendidikan
• Ajarkan budaya K3L sejak dini.
• Libatkan sekolah, universitas, dan lembaga pelatihan kerja.
e. Kolaborasi
• Sinergi pemerintah, swasta, serikat pekerja, akademisi, dan masyarakat sipil.
5. Kesimpulan
K3L adalah investasi strategis, bukan beban biaya. Manfaat jangka pendeknya adalah efisiensi dan produktivitas, sementara jangka panjangnya adalah daya saing global, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial.
Tanpa K3L, visi Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai. Dengan K3L, Indonesia bisa menghasilkan SDM sehat dan unggul, ekonomi hijau yang berdaya saing, lingkungan yang lestari, serta tata kelola yang berkeadilan.
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
https://fitriaisminovita.blogspot.com/2025/09/mahasiswa-unusa-generasi-aswaja-connect.html?m=1

Komentar
Posting Komentar