RESUME FAKULTAS KESEHATAN MATERI KE 2

 





Perkenalkan nama saya Natasya Putri Salsabilla, saya berasal dari nganjuk,  saya ber umur 18 tahun, saya dari prodi D-IV K3 ( KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) dari fakultas Kesehatan dan saya adalah mahasiswa baru di Universitas   Nahdlatul Ulama Surabaya dan sedang melaksanakan PKKMB hari ketiga




Bu Atik Qurrota A'yunin Al Isyrofi,S.KIM.,M.Kes

From Organization to Leadership : Personal Branding for the Next Generation

menyoroti transisi penting dari sekadar anggota organisasi menuju posisi pemimpin.
Kunci utama dari transisi ini adalah personal branding atau merek pribadi.
Merek pribadi adalah persepsi orang lain terhadap diri seseorang, mencakup nilai, keahlian, dan kontribusi unik.
Di era digital, merek pribadi bukan hanya soal nama atau gelar, tetapi tentang reputasi dan keaslian diri.

Merek pribadi penting karena beberapa alasan utama.
Pertama, sebagai pembeda di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kedua, meningkatkan visibilitas dan membuka peluang baru seperti promosi atau proyek besar.
Ketiga, membangun kredibilitas dan kepercayaan dari orang lain.
Pemimpin yang dipercaya lebih mudah diikuti dan didengar idenya.

Membangun personal branding untuk kepemimpinan membutuhkan langkah-langkah khusus.
Langkah pertama adalah self-discovery atau mengenali jati diri.
Mahasiswa atau profesional harus menemukan nilai inti yang paling penting bagi dirinya.
Mereka juga harus memahami keahlian unik, baik hard skills maupun soft skills.
Selain itu, mereka perlu menentukan tujuan dan visi yang jelas untuk masa depan.

Langkah kedua adalah membangun narasi yang kohesif.
Narasi harus menggambarkan siapa diri Anda, apa yang dilakukan, dan mengapa hal itu penting.
Cerita diri ini perlu konsisten di semua platform, baik online maupun offline.
LinkedIn, rapat, atau percakapan sehari-hari harus memancarkan pesan yang sama.

Langkah ketiga adalah aktivasi dan promosi.
Salah satunya dengan aktif membuat konten online, menulis artikel, atau berbagi wawasan.
Networking juga penting untuk membangun hubungan otentik dan saling menguntungkan.
Selain itu, calon pemimpin harus menunjukkan kepemimpinan melalui inisiatif nyata.
Hal ini bisa dilakukan dengan memimpin proyek, menjadi mentor, atau menjadi relawan.

Generasi mendatang menghadapi tantangan unik dalam membangun personal branding.
Batas antara kehidupan pribadi dan profesional semakin tipis karena media sosial.
Oleh karena itu, konsistensi menjadi kunci utama.
Selain konsisten, personal branding harus otentik agar tidak terlihat palsu.
Manajemen reputasi juga penting dengan berhati-hati terhadap jejak digital.
Audit digital perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga citra profesional.

Kesimpulannya, personal branding adalah investasi strategis untuk masa depan kepemimpinan.
Dengan mengenali diri, membangun narasi, dan konsisten dalam perilaku, seseorang dapat berkembang dari sekadar anggota organisasi menjadi pemimpin yang diakui.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME 3 MATERI PKKMB HARI KE-1

RESUME 3 MATERI PKKMB HARI Ke-2

RESUME FAKULTAS KESEHATAN MATERI KE 1