RESUME FAKULTAS KESEHATAN MATERI KE 3
Perkenalkan nama saya Natasya Putri Salsabilla, saya berasal dari nganjuk, saya ber umur 18 tahun, saya dari prodi D-IV K3 ( KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA) dari fakultas Kesehatan dan saya adalah mahasiswa baru di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan sedang melaksanakan PKKMB hari ketiga.
Erricha Darin Irbah,S.Gz
Future Ready Mindset: Jadi Mahasiswa yang kuat nggak gampang kaget sama dunia
⸻
“Future Ready Mindset” adalah pola pikir proaktif yang menyiapkan mahasiswa kesehatan menghadapi tantangan dunia kerja.
Tujuan utamanya bukan hanya penguasaan pengetahuan klinis, tetapi juga daya tahan, adaptabilitas, dan kesiapan mental.
Dunia kesehatan terus berubah akibat perkembangan teknologi, data, dan demografi.
Kurikulum tradisional sering kali tidak cukup untuk menghadapi perubahan tersebut.
Karena itu, pola pikir ini menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik lapangan.
Terdapat empat pilar utama dalam Future Ready Mindset.
Pilar pertama adalah adaptabilitas dan fleksibilitas.
Mahasiswa harus siap menghadapi kondisi medis yang tidak terduga.
Mereka perlu mampu beradaptasi dengan teknologi baru, protokol kesehatan, bahkan situasi darurat seperti pandemi.
Cara mengembangkannya adalah belajar mandiri, terbuka pada perubahan, serta aktif dalam simulasi dan studi kasus.
Pilar kedua adalah keterampilan kritis.
Selain hard skills, mahasiswa perlu menguasai soft skills.
Komunikasi efektif dengan pasien, rekan kerja, dan atasan sangat penting.
Kemampuan kerja sama tim dibutuhkan untuk menghadapi lingkungan multidisiplin.
Empati dan kecerdasan emosional menjadi dasar pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pilar ketiga adalah pembelajaran seumur hidup.
Lulusan kesehatan tidak boleh berhenti belajar setelah lulus.
Ilmu medis berkembang pesat dan bisa usang dalam beberapa tahun.
Keingintahuan yang tinggi mendorong mahasiswa terus mencari pengetahuan baru.
Mengikuti seminar, webinar, atau konferensi menjaga kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional.
Pilar keempat adalah ketahanan mental (resilience).
Profesi kesehatan penuh tekanan emosional, kehilangan, dan risiko burnout.
Mahasiswa perlu belajar mengelola stres melalui aktivitas sehat.
Mencari dukungan dari mentor atau konselor sangat membantu.
Mereka juga harus tahu kapan menetapkan batasan agar kesehatan mental tetap terjaga.
Kesimpulannya, Future Ready Mindset bukan hanya tentang ilmu, melainkan sikap dan kesiapan diri.
Pola pikir ini menjadi investasi jangka panjang bagi mahasiswa kesehatan.
Dengan mindset ini, lulusan tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga tangguh menghadapi realita keras dunia kerja.
- Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter ( X ) : https://x.com/unusa_official?lang=en
- Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar